Griss' Corner

A personal corner made by an avid reader, coffee drinker, and beauty admirer

Cerita Kumis

Posted in Personal • 7 February 2015

What is a man without a mustache - grisscorner

Beberapa hari yang lalu gue diajak makan siang di dekat kantor yang belum pernah dicoba sebelumnya. Begitu masuk, perhatian gue langsung kesedot di salah satu hiasan dinding yang ada di sana.  Ada satu frame yang bertuliskan “What is a man without a mustache”.  Gue langsung cengar-cengir bego sendiri dan ingat papa. Pasalnya papa gue emang berkumis.  Dari lihat foto pernikahan papa mama sampai gue segede ini ya selalu pelihara kumis.  Seinget gue, papa cuma pernah cukur kumis habis bener-bener habis nggak bersisa itu dua kali.  Reaksi anak-anaknya gimana?

Waktu SD, gue masih inget jelas saat pulang sekolah, sampai di rumah langsung naik ke atas (bawah toko, lantai dua baru rumah) dan menemukan papa di ruang tamu tanpa kumis.

“Papa, kok, cukur kumis?”

“Iya lagi pengen aja.”

“Beda banget, loh, pa, jadinya.”

Papa nyengir.

Ya udah, kumis-kumis dia, terserah dia juga sih ya. Lalu gue pergi ke ruang keluarga, taro tas segala macem, ganti baju, dan nonton TV, ada film Suzana yang nakutin dan ngagetin sekampret-kampretnya tapi entah kenapa gue ketagihan nontonnya.

Nggak lama, koko gue pulang dan nyamperin.

“De, itu ada siapa di ruang tamu?”

“Ada siapa emangnya?”

“Nggak tahu, tuh, ada orang nggak dikenal.”

“Ah, tadi cuma ada papa doang, kok. Nggak ada temennya.”

“Coba dilihat, deh. Itu ada bapak-bapak duduk di ruang tamu.”

Oke, lah, gue lihat.  Bisa aja kan papa gue turun dan pergi ke luar, terus temennya ada yang naik ke rumah nungguin papa.  Soalnya kadang ada aja temen papa gue yang macam minta diumpetin sandalnya karena suka nyelonong masuk walaupun papa gue lagi nggak di rumah. Beneran, dulu ada satu yang nggak bisa pulang gegara sandalnya gue umpetin dengan serius.  Gue longok, dong, dan di ruang tamu itu nggak ada siapa-siapa selain papa.  Langsung, lah, gue lari balik nyamperin koko gue sambil ketawa-ketawa dan bilang kalau yang duduk di ruang tamu itu papa.

“Hah, yang bener?! Kok papa nggak ada kumisnya?”

*KETAWA SAMPE NANGIS*

*ANAK MACAM APA DIA, MASA PAPA SENDIRI CUKUR KUMIS LANGSUNG NGGAK NGENALIN*

Mungkin karena nggak dikenalin anak sendiri papa gue jadi mengurungkan niat cukur kumis. Setelah kejadian itu, baru bertahun-tahun kemudian dia cukur habis sekali lagi, dan setelah itu, sampai detik ini, kumisnya masih setia nangkring di atas bibir.

Balik lagi ke statement “What is a man without a mustache” itu.  I believe we all know it’s just a joke. Papa gue pelihara kumis sih bukan karena merasa baru jadi laki-laki kalau punya kumis.  It’s more like his preference, you know.  Sama kaya gue yang kelamaan punya rambut panjang nanggung, sekali dibabat pendek, banyak yang temen yang sempat bengong dan bilang “Gila, gue baru lihat nih rambut lo sependek ini.”

Kalau dilihat ya reaksinya mirip kaya gue dan koko yang lihat papa tanpa kumis. Tapi ya sama-sama tahu kalau orangnya ya nggak berubah. Itu cuma bungkus luarnya doang.  Jadi, kalau ada yang merasa perlu nunjukkin seberapa laki atau seberapa jantan diri dengan cara seperti numbuhin kumis, mending nggak usah capek begitu ya. Mau punya kumis kayak Pak Raden atau mulus bersih bak boyband Korea, ujung-ujungnya yang dilihat pasti dari apa yang dilakukannya.  Tapi kalau mau numbuhin kumis, plis banget lah dibikin rapi dikit.

Just kidding. You do whatever you want with your mustache =))

Peace out.