Griss' Corner

A personal corner made by an avid reader, coffee drinker, and beauty admirer

Halloween Book Recommendations

Posted in Books • 25 October 2014

Halloween Reads - grisscorner

We’re not officially celebrating Halloween, but still, when it’s October, banyak banget orang yang mulai tertarik dengan genre thriller, misteri, paranormal dan horror, entah itu mulai stock film atau buku baca. Di post kali ini, gue mau share beberapa rekomendasi buku yang udah gue baca.  Tentunya baca genre yang beda seperti ini nggak kepatok saat menjelang Halloween, kapan aja juga bisa.  Just ask yourself, what kind of book do you like to read next.

Halloween Reads a - grisscorner

The Cuckoo’s Calling by Robert Galbraith - Ini buku yang terakhir banget gue selesai baca kemarin lusa. Penggemar Harry Potter pasti udah pada tahu kalau Robert Galbraith adalah pseudonym dari J.K. Rowling. Setelah menamatkan serial Harry Potter, J.K. Rowling menerbitkan Casual Vacancy tahun 2012 yang belum juga gue baca. Gue jujur aja lebih tertarik baca The Cuckoo’s Calling karena premisnya lebih menarik, war veteran yang jadi private investigator menyelidiki kasus bunuh diri yang diduga sebagai pembunuhan. Kalau suka cerita detektif, yang bikin lo nebak-nebak siapa pelaku dan apa motifnya, baca buku ini!  Selama baca, gue jadi cinta lagi dengan writing style J.K. Rowling.  She’s the master of creating interesting characters.  Gue enjoy banget baca setiap karakter yang terlibat di cerita ini karena masing-masing karakter punya keunikan, background, dan cerita yang menarik. Ada beberapa issue yang diangkat di buku ini, mulai dari ras, keluarga, mental and physical health, sampai “bling-blingnya” dunia selebriti papan atas.  J.K. Rowling is undoubtedly an amazing author, and I can’t wait to read the next book! :)

The Diviners by Libba Bray – Evie O’Neill dikirim (setengah “dibuang”) ke New York oleh orang tuanya dan di sana dia tinggal dengan pamannya.  Pertama kali baca kok premisnya sederhana amat?  Tapi apa jadinya kalau Evie ternyata punya kekuatan supernatural yang dia sendiri belum begitu paham?  Apa jadinya kalau di New York, ada pembunuhan berantai yang akhirnya melibatkan Evie dan pamannya?  The Diviners punya tokoh antagonis yang sukses bikin gue ngarep jangan sampai gue denger ada suara siulan di sekitar gue.

Unwind by Neal Shusterman – Rasanya nggak komplit kalau gue nggak masukkin satu buku YA genre dystopia di sini. Nggak sekadar dystopia tapi gue rasa Unwind ini thought provoking.  Di buku ini orang tua boleh mendaftarkan anak remajanya untuk di-unwind. Kasarnya, ya anak tersebut diambil bagian atau organ tubuhnya untuk orang lain yang membutuhkan, tapi ya jadinya yang “dipaksa” mendonorkan meninggal.  Ada yang orang tua nggak tahan sama tingkah laku anaknya jadi mengambil keputusan seperti itu, ada yang emang dari awal nggak ada rencana tambah anak jadi satu anak sengaja di-unwind.  Di ceritanya, Neal Shusterman menulis dengan beberapa point of view (POV) anak remaja di buku ini, bagaimana respon mereka setelah tahu kalau mereka jadi yang “terpilih”.  Bagi gue ceritanya agak sableng (tapi menarik), karena di buku ini ada versi orang tua yang seharusnya berperan melindungi anak, tapi malah melakukan hal yang bikin gue narik nafas dalam-dalam.

Halloween Reads b - grisscorner

Angelfall by Susan Ee - Gue beli buku ini karena penasaran dengan hype yang ada di Booktube. Setelah baca, nggak nyesal sama sekali udah beli buku ini.  Ceritanya ngambil setting post-apocalyptic. Kacau? Pasti.  Serem? Iya juga.  Penryn kedapatan stuck di scene malaikat yang lagi gulet ngeroyok satu arhangel, ujung-ujungnya malah adiknya diambil oleh salah satu malaikat itu.  Penryn akhirnya nolong archangel dengan harapan bakal dibantu juga untuk nyari adiknya.  Ini agak ngingetin gue sama Katniss dan Prim dari The Hunger Games, tapi setting ceritanya beda banget. Gue suka buku ini karena action-nya banyak, dialog-dialog lucu kampret juga ada, tokoh utamanya juga layak dianugerahi titel strong protagonist, dan yang terakhir, plot twist-nya nggak ketebak.  P.S.: Ada scene malaikat-malaikat yang cukup ajaib, lucu, dan agak aneh kalau dibayangin. Image yang selama ini menempel di kepala jadi agak bengkok sedikit.

World War Z by Max Brooks – Alasan gue tertarik beli buku ini adalah karena mau membandingkan dengan adaptasi film-nya. Penasaran aja mau tahu dari versi bukunya. Jadi awalnya gue bener-bener nggak ada ekspektasi yang gimana-gimana, dan alhasil dibuat cukup kaget karena ceritanya ternyata beda banget sama adaptasi film-nya! Iya sama-sama zombie, iya judulnya sama. Tapi beneran deh, beda banget. Bukunya dibuat seperti kumpulan data dan informasi dari wawancara dengan beragam orang dari berbagai organisasi maupun sekadar individu yang jadi saksi hidup. I think this book speaks about humanity. Di satu sisi gue akui buku ini bukan untuk semua orang, karena seluruh isinya seperti story telling. Agak membosankan karena membaca dialog super panjang terus menerus. Tapi di sisi lain, sangat menarik untuk baca beragam reaksi, keputusan, dan human behaviour di cerita ini. Apa yang manusia lakukan saat menghadapi krisis, wabah, bencana, dan keadaan darurat?

Sharp Objects by Gillian Flynn – Pertama kali kenal dengan karya Gillian Flynn karena Mba Sarah kasih rekomendasi Gone Girl. Setelah itu gue jadi penasaran dengan buku lainnya. Hands down, Sharp Objects is definitely my number one favorite. Minat baca psychological thriller? Buruan beli Sharp Objects di toko buku terdekat. Ceritanya tentang Camille, seorang reporter yang ditugaskan untuk menulis berita tentang kasus pembunuhan di kota asalnya. Karena tugas inilah dia harus pulang, ketemu lagi dengan ibu, ayah tiri, dan juga adik tirinya. Di balik kasus pembunuhan itu ternyata ada fakta-fakta baru yang cukup bikin pijet-pijet kepala. Gue baru nih ngalamin baca buku sampe stress (agak lebay kesannya, tapi beneran stress) karena khawatir sama karakter utama di buku ini. Aneh, ya, sama cerita fiksi aja gitu banget. Nah ya itu dia kerennya Gillian Flynn. Gue juga seumur-umur baca buku, baru sekali itu sampe kebawa stress. Sampai tinggal 60 halaman terakhir pun gue masih belum bisa nebak Gillian Flynn bakal kasih ending seperti apa. #bowdownbitches

Toko buku tempat gue beli buku-buku ini bisa dibaca di post ini.

Happy reading, everyone!