Griss' Corner

A personal corner made by an avid reader, coffee drinker, and beauty admirer

17 Years of Happiness and Still Counting

Posted in Personal • 13 March 2015

Aldo

Punya adik dengan jarak umur 9 tahun itu seru.  Waktu masih kecil, masih ada yang lucu. Secara gue dan dua koko udah nggak ada lucu-lucunya, pas ketambahan anggota baru di keluarga ya bikin seneng serumah. Ada yang bisa dimainin macam mainan, ada yang bisa dibercandain, ada yang bisa dijadiin pertunjukan (Do, lagu ini gimana nyanyinya. Do, kalo senyum gimana. Do, coba ngitung 1-10, dsb.),  dan yang pasti ada yang bisa diperbudak. Hahaha. Yang terakhir bercanda, setengah bercanda.

Makin besar, makin seru lagi. Apalagi waktu Aldo bisa nyetir motor. Gue punya tukang ojek pribadi! Ada yang siap siaga menjemput dan mengantar ke mana pun gue pergi kalau lagi di rumah. Ya harus siap siaga, karena kalau permintaannya ditolak cici Griss bisa murka. Gue kadang (oke, sering) mainnya ngancam. Ngancam legonya bakal gue buang. Ngancam peliharaan sugar glider-nya gue lepas di halaman belakang biar ketemu Cyene anjing Pitbull peliharaan kita. Ngancam bakal bujukkin Papa Mama supaya motor dia dijual. Pokoknya kalau soal ancam-mengancam gue juara deh.  Ini bercanda tentunya. Tapi kalau dia nggak nurut ada kemungkinan ancaman jadi kenyataan. Kalau dia berani ngetes ya gue ladenin. *smirk*

Aldo

Aldo juga kayaknya udah kenyang gue isengin. Dari sering dikagetin, diminta tolong bikinin kopi, gue paksa naik roller coaster, sampai minta dikupasin jeruk. Iya, jeruk juga gue minta dia yang kupas. Sekalian.  Kalau di rumah gue emang beda tipis sama Permaisuri.  Alhasil, temen-temen deket gue kadang suka prihatin sama nasib Aldo yang punya cici kayak gini.  Guys, please, jangan ketipu dengan muka dia yang sok polos itu. Ni anak aslinya ya rese juga. Apalagi semenjak udah lebih tinggi dari gue dia suka main fisik kalau dibecandain.  Gue didorong Aldo ya sukses mental.  Kurang ajar, kan? Makanya gue harus bisa lebih rese dari dia. #prinsip

Aldo 2

Dulu, pas baru masuk SMP, gue agak sebel ngekos.  Sebel karena gue ketemu Aldo cuma weekend doang jadinya, bentar banget! Kebayang nggak sih, pas gue masuk SMP ya dia masih balita, lagi lucu-lucunya, tapi gue harus sekolah di luar kota. Gue sempet watir ntar Aldo canggung nggak ya sama gue, secara jarang lihat gue, paling jarang ketemu sama gue. Untungnya nggak begitu.  Di keluarga, papa, mama dan koko selalu bilang kalau Aldo ini paling deketnya ke gue.  Kalau cerita pasti ke gue. Koko sama mba di rumah malah bilang kalau gue ini pawangnya Aldo.  Kalau gue yang ngomongin, Aldo nurut.

Yang pasti, dengan adanya Aldo, gue yang egois ini jadi belajar neken ego.  Kalau dulu sebelum Aldo lahir, gue yang jadi anak bungsu, ya gue yang terbiasa diperhatiin semua orang. Anak perempuan satu-satunya, cucu perempuan oma opa (dari papa) satu-satunya pula.  Tapi begitu Aldo lahir, gue happy banget sih beneran.  Oh, gini toh bahagianya punya adik.  Dengan punya adik semata wayang, insting protektif gue pun muncul dengan sendirinya. Gue bener-bener nggak suka kalau ada yang marahin atau ngejek Aldo.  Mau itu saudara sendiri, mau lebih tua dari gue kek, masih ada hubungan darah kek, bodo amat. Pokoknya gue nggak suka adik gue diusik dengan celetukan dan komentar nggak penting dan nggak membangun.  Bukan berarti gue nggak pernah marahin dia.  Sering juga tu anak gue marahin.  Tapi anaknya ngerti, karena gue kalau marah pasti beralasan.  Kenapa gue bisa ngomong pedes banget ke dia ya pada akhirnya dia ngerti alasannya.

Aldo

Makin gede, ngajak diskusi dan tukar pikiran dia pun makin enak.  Gue rasa dia punya beberapa aspek yang lebih dewasa dari umurnya. Kadang, orang pun lupa kalau dia itu masih ABG karena postur badannya yang tinggi besar.  Kadang, yang lebih gede dan lebih tua pun kalah bijak dan kalah sabar sama dia. Kadang, yang harusnya bisa mikir dan pakai otak dengan semestinya pun kalah sama dia.

I love spending time with my brothers.  Kalau sama koko pertama begini, kalau sama koko yang kedua beda lagi, dan kalau sama Aldo, salah satu kegiatan favorit yang pasti kami berdua lakuin setiap gue pulang adalah nonton bareng.  Cukup streaming variety show aja atau cari video di YouTube. Selera tontonan mirip banget soalnya. Atau lebih tepatnya gue berhasil ngeracunin variety show Korea ke dia dan dia membalas budi dengan kasih gue beberapa rekomendasi YouTube channel yang lucu-lucu.  Kita berdua ini sama-sama suka ketawa.  Ya udah, deh, selesai tutup toko, gue bisa ngehabisin berjam-jam sama Aldo ketawa ngakak kayak orang gila cuma karena nonton video.  Simple aja tapi bikin seneng :’)

Aldo

Hari ini, Aldo ulang tahun yang ke-17. Happy birthday ya, Do :) Thank you for all the happiness that you bring. Thank you for being such a great little brother to me.  Thank you for coming to this world (I think I should thank mom and dad too for that, eww~).  Thank you for always being there for me. Thank you for being you.

Know that I always got your back. Always.

I love you so much! Happy birthday! <3