Griss' Corner

A personal corner made by an avid reader, coffee drinker, and beauty admirer

January Favorites

Posted in Monthly Favorites • 3 February 2015

january favorites

Di tahun 2015 ini, akan ada menu baru yang akan rutin dibuat untuk setiap bulannya: Monthly Favorites.   Di tiap post-nya akan ada minimal lima; bisa produk, aktivitas, peristiwa, musik, satpam paling ramah, barista paling macho, variety show, pokoknya nggak ada batasan, apa pun bisa gue masukkin di menu ini, selama itu memang jadi favorit gue di bulan tersebut.  Untuk bulan Januari yang baru aja lewat, lima ini yang paling disuka:

1.  Song Triplets: Dae Han, Min Guk, Man Se 

TV show Korea yang rutin gue tonton cuma Running Man dan The Return of Superman.  Gue tahu ada si kembar tiga ini ada di The Return of Superman karena lihat YouTube Channel KBS World TV dan ada short clip mereka.  Dari situ langsung, deh, sukses kepincut! LUCU BANGEEEET!  Konsep dari TV show ini beda dari yang lain: bapak-bapak yang pekerjaannya aktor, MC, penyanyi dan bahkan ada juga UFC fighter menghabiskan waktu untuk menjaga dan main bareng anaknya selama 48 jam tanpa bantuan siapapun. Istrinya “cuti” dulu, pokoknya dari makan, ganti diaper, mandiin dan pergi ke mana-mana diurus sendiri sama bapaknya.  Lucu lihat aksi bapak masing-masing anak yang di awal agak kerepotan dan seperti mau masuk UGD karena harus ngurus anak sendirian sekarang lebih luwes dan natural.

Gue paling suka sama Song brothers si kembar tiga ini karena menurut gue tingkah mereka paling lucu dan respon polosnya itu ada-ada aja.  Bawel iya, ada yang kalau gandengannya lepas langsung kabur iya, ada yang takut sama balon hiu juga iya. Padahal jelas-jelas itu balon. Ada juga yang takut sama bayangan sendiri di kaca.  Mungkin bisa jadi karena gue punya keponakan yang usianya nggak beda jauh sama Song Triplets ini gue jadi selalu terhibur lihat interaksi saudara yang kadang rebutan mainan, kadang saling cari kalau salah satunya nggak ada, dan juga lihat karakter ketiganya yang beda semua. Asli, tingkahnya lucu-lucu! Gemesin banget.

Dae Han yang paling gede lebih reliable, biasanya paling berani dan jadi contoh buat dua adiknya. Min Guk paling imut dan punya banyak aegyo, kadang cepet iri, kompetitif dan posesif soal makanan dan dia ini yang paling sering nanya ke kameramen.  Man Se paling ceria, terobsesi sama mobil, dan kalau dinasehatin responnya paling nyeleneh, suka-suka dia aja anak yang ini mah, hahaha. Short clip The Return of Superman bisa lihat di playlist ini atau mau lihat full episodenya bisa lihat di sini.

2. Mark Ronson & Bruno Mars Perform “Uptown Funk” on Ellen

Gue kangen berat sama Bruno Mars. Ini gimana deh album barunya kayaknya masih lama T_T  Untung Mark Ronson ngajak Bruno Mars kolaborasi di lagu ini, lumayan terobati kangennya.  Lagunya sekali didenger bikin nagih pula!  Performance di Ellen ini pun sukses bikin nyengir lebar karena penonton di studionya kompak ngikuti gaya Bruno Mars & The Hooligans.

3. Korea Trip

Minggu terakhir Januari gue pergi ke Korea Selatan.  Capek tapi puas karena 4,5 hari di sana (iya pakai setengah karena hari terakhir dapet flight cukup “pagi”) sempat ke Nami island, main ski, lebih eksplor Seoul dibandingkan tahun lalu yang mainly for work.

Ngerasain pertama kali Winter ala Korea yang sukses bikin jari tangan dan kaki beku karena waktu gue di sana suhunya sempat sampai -8 derajat Celcius. Gue bakal bikin blog post terpisah untuk Korea karena cukup banyak pengalaman yang mau gue share hasil main ke sana.

Nami Island - grisscorner

4. Liberica Coffee’s Iced Latte

My number one iced latte in Jakarta.  Gue saranin beli yang ukuran Large karena harga yang dibanderol sesuai dengan kualitas dan rasa kopinya (sumpah enak). Lalu yang nggak kalah penting, lokasinya deket kantor! Ya sebenernya di dekat kantor coffee shop banyak banget, sih. Tapi ya begitulah maksudnya. Sambil makan siang bisa mampir ke sana atau minta tolong OB kantor pun bisa.

Iced Latte Liberica - grisscorner

5. Stealing Parker by Miranda Kenneally

Stealing Parker adalah satu-satunya buku yang gue bawa ke Korea. Tentunya saat jalan-jalan nggak mungkinlah gue baca buku. Buat jaga-jaga kali aja nggak bisa tidur di pesawat.  Pas pulang tidur cuma tiga atau empat jam, setelahnya udah nggak ngantuk sama sekali.  Kan, untung bawa buku.

Cerita buku ini tentang Parker, anak SMA yang orang tuanya cerai. Penyebab cerainya agak nggak wajar karena ibunya ternyata adalah lesbian. Karena perceraian itu, gereja tempat keluarga Parker biasa beribadah jadi agak mengucilkan keluarganya dan beberapa orang tua yang ada di gereja itu melarang anak-anaknya untuk berteman dengan Parker. Biasa lah, drama komunitas yang harusnya saling menguatkan dan jadi keluarga tapi justru paling pertama (dan berkelanjutan) menghakimi.  Di kehidupan nyata juga ada yang begitu.

Di sekolahnya Parker menunjukkan pemberontakan dan kekecewaan atas ibunya dengan berhenti dari tim baseball, mulai flirting ke banyak pria, ya gitu-gitu, deh. Klise dan agak bikin gemas, tapi kalau dipikir lagi, ya cukup masuk akal juga melihat kondisinya, yang masih ABG, tiba-tiba ibunya nggak ada, bapaknya denial berkelanjutan, kakaknya dari yang siswa teladan jadi teler ngobat terus. Awalnya gue cukup bosan, tapi lama-lama seru juga baca character development Parker ini.  Bisa ketebak, sih, tapi cara penulisan Miranda Keannelly ini enak dibaca dan karena bukunya nggak terlalu tebal gue jadi makin semangat ngelarinnya.  Makin ke belakang makin seru dan ada satu scene yang sukses bikin mewek.  Terharu, bok.

Lumayan panjang, ya, post-nya. Semoga nggak bosen baca dan kalau ada yang baca sampai kalimat terakhir… kamsahamnida :)