Griss' Corner

A personal corner made by an avid reader, coffee drinker, and beauty admirer

Epic Fantasy Picks: The Mistborn Trilogy

Posted in Books • 2 November 2014

Mistborn Trilogy - grisscorner

*BOOK PORN ALERT*

The Mistbron Trilogy - boxed set - grisscorner

Genre Fantasy punya puluhan subgenre yang cukup bikin ngos-ngosan untuk nyicil baca seenggaknya satu buku untuk setiap subgenre-nya.  Tahun 2014 ini, thanks to Booktube, gue “diperkenalkan” dengan Epic Fantasy.  Subgenre ini biasanya selalu dikaitkan dengan perjalanan karakter utama untuk menghadapi masalah, yang biasanya tentang good vs bad. Karakter utama mau cari solusi untuk menghentikan antagonis untuk menyiksa banyak orang.  Namun nggak menutup kemungkinan kita juga bisa lihat cerita atau karakter yang tergolong abu-abu, dan menurut gue itu lebih manusiawi lagi karena terkadang memang menilai atau menyimpulkan sesuatu nggak semudah pilih hitam atau putih.

Epic Fantasy kental dengan unsur magic.   Gue pribadi merasa, kalau lo tumbuh besar dengan baca atau nonton Harry Potter, you’re going to love this epic fantasy concept.  Ini fantasy buat yang lebih dewasa lah simpelnya, untuk anak-anak agak ribet dikit, tapi buat yang udah SMA ke atas gue rasa udah bisa nikmatin unsur magic yang nggak cuma pakai mantra dan tongkat sihir.

The Mistborn Trilogy yang ditulis Brandon Sanderson ini jadi pembuka Epic Fantasy yang wah buat gue. Ada magic system yang super keren di cerita ini.  Plot-nya ya memang seputar karakter utama yang dibantu oleh side characters untuk menuntaskan misinya. Kalau dilihat secara kesuluruhan sih sepertinya sederhana, tapi plot twist-nya edan-edan. Apalagi karena banyak karakter yang terlibat di ceritanya, jadi plot yang harusnya sederhana jadi bisa lebih complex tapi tetap seru untuk dibaca.

The Mistborn Trilogy terdiri dari tiga buku: The Final Empire, The Well of Ascension dan The Hero of Ages.  Gue beli boxed set-nya di Book Depository karena UK edition jauh lebih kece dari US edition.  That’s the real fact.  Gue nggak akan share panjang lebar untuk buku kedua dan ketiga, karena agak susah kalau nggak kasih spoiler buku pertamanya. Di post ini gue hanya akan share alasan utama kenapa gue suka dengan The Mistborn Trilogy, dan setelah gue baca ulang, aman dari spoiler.  Sok atuh, lanjutkeun baca blog post-na.

The Final Empire bercerita tentang Final Empire yang dipimpin oleh Lord Ruler (hint: the antagonist) selama seribu tahun lamanya. Di Final Empire, jenjang antara dua kelas tajam sekali.  Ada Great House yang diisi dengan kaum bangsawan dan keluarganya, lalu ada pula skaa yang adalah sebutan lain dari budak yang ibarat kata dibuat kerja rodi tanpa imbalan yang sesuai dengan kinerjanya. Nggak ada yang berani untuk beraksi sampai ada satu kru pencuri, dipimpin oleh Kelsier yang menyiapkan rencana untuk membebaskan skaa dan menyingkirkan Lord Ruler. Kelsier menemukan Vin yang kemudian diangkat sebagai murid/anak didiknya dan diajak bergabung dalam rencana itu.

The Mistborn Trilogy Brandon Sanderson - grisscorner

Ini beberapa alasan utama kenapa gue suka The Mistborn Trilogy:

1.  Allomancy.  Brandon Sanderson membuat magic system dari berbagai macam logam seperti timah, baja, besi, tembaga, perunggu, kuningan, dsb.  Orang yang bisa mengendalikan semua logam itu disebut Mistborn yang jarang sekali ditemukan.  Ada juga yang hanya bisa mengendalikan satu elemen logam saja, dan orang itu disebut Misting.  Ini cukup unik, jadi logamnya itu dalm bentuk cairan, diminum, and somehow, their body can burn that alloy in their stomach and gain the advantage.  Pewter gives power, tin enhances senses, etc.

2.  Awesome Characters. Point of View (POV) The Final Empire berganti-ganti antara Kelsier dan Vin. Keduanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  Tapi nggak hanya mereka berdua, kru yang dipimpin Kelsier ini juga bikin gue terharu bacanya.  Mereka udah ngerti tabiat masing-masing orang, bisa terima satu sama lain apa adanya, ketawa bareng, berjuang bareng, ngeledek satu orang yang dijadiin “tumbal” juga bareng-bareng.  To put it simply, they’re like family <3

3. The Issues.  Ada topik-topik menarik yang diangkat Brandon Sanderson di trilogi ini dan hebatnya terasa nyata untuk kita yang hidup di dunia yang asli dan bukan di dunia fantasy.  Ada trauma, kaum minoritas, kejenjangan sosial, betrayal dan obstacle-obstacle yang dihadapi untuk menyingkirkan tokoh antagonis dan antek-anteknya itu ya masuk akal juga seperti di dunia nyata.  Ada ketakutan dan kegelesihan saat dipimpin tiran, bahkan ada kekhawatiran juga akan munculnya tiran baru.

4. Crazy Plot Twists. Nggak setiap buku gue tempelin post it, tapi untuk trilogi ini harus banget.  Bisa dilihat sendiri di foto, terlalu banyak scene seru di dalamnya.  Di setiap bukunya, selalu ada hal baru dan plot twist gila yang bikin gue takjub.  ANJR*T, nggak ketebak!  Beneran sampai buku ketiga, kejutan itu selalu ada.  Brandon Sanderson is the master of plot twists! Dia bisa membangun cerita, menggabungkan beberapa elemen cerita sampai akhirnya SURPRIIIIISE, PLOT TWIST EVERYONE.

whaaat

Banyak banget scene dari tiga buku ini yang bikin gue ngakak, tercengang, sampai mewek.  Gaya penulisan Brandon Sanderson juga gue suka, nggak ada embellishment yang muluk-muluk macam orang bikin puisi di buku fantasy, straight to the point, proporsi deskripsi dan dialognya pun menurut gue cukup balanced.  Seriously, read these books, people. You won’t regret it.

Rating by books on Goodreads:

The Final Empire: 5 of 5 stars
The Well of Ascension: again, 5 of 5 stars
The Hero of Ages: and again, 5 stars out of 5